Gejala Kanker Serviks saat Hamil yang Wajib Diketahui

Nov 25, 2017  

Bagi para wanita yang memasuki waktu kehamilan harus mengetahui gejala kanker serviks pada saat hamil dengan baik dan benar. Hal tersebut dilakukan guna melindungi kesehatan ibu hamil dan kelangsungan hidup bayi yang dikandung. Seperti yang kita ketahui, wanita hamil rentan akan penyakit dan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat-obatan kimia secara terus menerus. Para wanita hamil tentunya tidak akan mengkonsumsi obat-obatan kimia tersebut jika mereka mengenal dengan baik mengenai kondisi tubuhnya sendiri. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, informasi mengenai gejala kanker serviks pada saat hamil perlu untuk diketahui dengan lebih mendasar.

Gejala kanker serviks yang terjadi pada wanita hamil dapat dilihat dari lendir yang dihasilkan oleh organ kewanitaan. Meskipun berada pada kondisi hamil, wanita tersebut akan menghasilkan lendir pada organ intim. Lendir tersebut dikatakan normal jika tidak memiliki warna yang aneh, berbau dan berjumlah sangat banyak. Jika gejala kanker serviks tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya., wanita hamil tersebut sebaiknya segera menghubungi dokter. Gejala kanker serviks pada saat hamil yang lainnya adalah rasa nyeri di sekitar pinggul. Rasa nyeri yang tak tertahankan yang terjadi di sekitar pinggul merupakan salah satu gejala dari penyakit kanker serviks. Gejala lain yang dapat dialami oleh wanita hamil yang telah memasuki tahap yang lebih serius adalah berat badan yang menurun, bengkak pada kaki, mengalami retak tulang, mudah merasa lelah, sakit punggung dan keluarnya urin atau kotoran melalui vagina.

Bagi wanita yang mengalami fase lanjut dari penyakit kanker serviks dapat dilihat dari tersebarnya sel kanker di area panggul menuju pada kalenjar getah bening. Gejala kanker serviks pada saat hamil tidak akan dirasa semakin parah jika wanita hamil tersebut mengenal kondisi tubuhnya sejak dini. Gejala dari kanker serviks yang diketahui sejak awal akan menjaga kesehatan ibu hamil beserta dengan janin yang dikandung. Ibu hamil tidak harus mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menggangu perkembangan janin yang sedang dikandung.